Barcelona - Xavi Hernandez melontarkan kritik pada Real Madrid terkait cara klub tersebut memperlakukan Iker Casillas. Setelah banyak hal diberikan selama bertahun-tahun, Casillas malah diperlakukan tak fair.



"Apa yang terjadi padanya (Casillas) terasa tidak fair," tulis Xavi dalam tulisannya yang dimuat di koran La Vanguardia, Selasa (14/7/2015).

Casillas mengucapkan salam perpisahannya pada Madrid dengan berurai air mata dalam konferensi pers di Santiago Bernabeu. Kiper 34 tahun itu datang sendiri mengumumkan kepergiannya ke FC Porto dan mengucap terimakasih atas kebersamaan dengan EL Real.

Kejadian itu membuat Madrid kebanjiran kritik dan kecaman. Sebagai klub besar Madrid dianggap tidak memberikan perlakuan yang pantas pada salah satu legendanya. Apalagi orang tua Casillas kemudian mengeluarkan komentar keras dalam wawancara dengan El Mundo dengan mengatakan kalau anaknya dipaksa pergi hingga akhirnya bergabung dengan FC Porto.

Real merespons kritikan itu dengan menggelar seremoni perpisahan resmi, 24 jam setelah perpisahan pertama Casillas. Tapi acara itu tak berlangsung seperti yang diharapkan karena suporter yang datang dalam kesempatan itu justru meneriakkan nama Florentino Perez dan memintanya turun dari kursi presiden.

"Dalam beberapa tahun terakhir, saya sudah melihat kalau dia tidak lagi menikmati dirinya sendiri seperti sebelum-sebelumnya. Dia terlihat kecewa dan saya pikir semua orang di negara ini harus memikirkan soal hal ini."

"Tidak boleh terjadi seorang atlet Spanyol yang sudah matang tidak mendapat rasa hormat yang cukup. Orang-orang mensia-siakan apa yang sudah dia (Casillas) berikan untuk olahraga ini dan justru fokus pada kekurangannya, dan itu dilakukan dengan tujuan jahat," lanjut Xavi di Reuters.

Xavi mendapat perlakuan yang sangat berbeda dengan Casillas saat dia memutuskan pergi dari Barcelona. Ketika itu Barcelona menggelar seremoni perpisahan yang meriah, dengan seluruh staff dan pemain berkumpul di Camp Nou dengan membawa istri dan anak-anaknya. Trofi-trofi yang didapat Xavi juga dipamerkan dalam kesempatan itu.

Madrid disebut Xavi harusnya bisa memperlakukan Casillas dengan jauh lebih baik. Dia mencontohkan Gianluigi Buffon yang sudah berusia 37 tahun namun masih jadi pilihan utama Juventus dan menunjukkan penampilan yang sangat baik.

"Saya melihat Iker dan merasakan kalau belakangan dia bermain di bawah tekanan, karena dia ingin membuktikan kalau dia adalah kiper yang hebat di setiap pertandingan, tanpa merasakan lagi kesenangan yang sebelumnya dia rasakan."

"Sekarang dia pergi ke Porto dan saya yakin dia akan disambut seperti pahlawan. Jauh dari sini ada yang menghargainya lebih tinggi," tuntas Xavi.

Sumber: Sport.detik.com

0 komentar Blogger 0 Facebook

Post a Comment

 
Tentang Kami - Kontak - Syarat & Ketentuan - Privacy Policy - Disclaimer
Ezven News © 2015. All Rights Reserved.
Powered by Blogger
Top